Rumah / Berita / Berita Industri / Bagaimana kulit sintetis otomotif mengatasi perubahan kinerja di lingkungan bersuhu sangat tinggi/rendah

Bagaimana kulit sintetis otomotif mengatasi perubahan kinerja di lingkungan bersuhu sangat tinggi/rendah

Oct 20, 2025 ------ Berita Industri

Bahan interior otomotif, khususnya kulit sintetis, menjalani pengujian ketat di berbagai iklim di seluruh dunia. Dari teriknya gurun di Timur Tengah hingga dinginnya Siberia, kulit sintetis otomotif harus menjaga sifat mekanik, tampilan estetis, dan kenyamanan berkendara di lingkungan bersuhu sangat tinggi dan rendah. Daya tahan dan stabilitas ini merupakan kriteria inti untuk mengukur kualitas profesional kulit sintetis kelas otomotif.

Tantangan Suhu yang Sangat Tinggi dan Penanggulangannya pada Bahan Polimer

1. Mengoptimalkan Penuaan Termal dan Ketahanan Hidrolisis

Tantangan: Poliuretan (PU) kulit sintetis sangat rentan terhadap hidrolisis di lingkungan bersuhu tinggi dan lembab, yang menyebabkan degradasi material, permukaan lengket, retak, dan bahkan terkelupas (umumnya dikenal sebagai "hidrolisis"). Sebaliknya, polivinil klorida (PVC) dapat menjadi keras, lengket, atau rapuh karena migrasi bahan pemlastis.

Penanggulangan Profesional:

Sistem PU: Polikarbonat diol (PCDL), dengan suhu tinggi dan ketahanan hidrolisis yang unggul, digunakan sebagai pengganti poliol poliester tradisional sebagai bahan baku tulang punggung untuk kulit sintetis PU. Pada saat yang sama, penambahan zat anti-hidrolisis efisiensi tinggi (seperti karbodiimida) menghabiskan zat lembab dan asam, secara efektif menunda pemutusan rantai utama dan secara signifikan meningkatkan ketahanan hidrolisis.

Sistem PVC: Pilih pemlastis berkinerja tinggi dengan berat molekul tinggi dan volatilitas rendah, seperti pemlastis polimer atau pemlastis trimellitate, untuk mengurangi migrasi pada suhu tinggi dan menjaga fleksibilitas material dan kekeringan permukaan.

2. Pelepasan VOC dan Stabilitas Termal

Tantangan: Temperatur tinggi mempercepat pelepasan sisa pelarut dan zat berbobot molekul rendah di dalam material, menyebabkan konsentrasi senyawa organik volatil (VOC) yang berlebihan di interior kendaraan, sehingga berdampak pada kualitas udara.

Penanggulangan Profesional: Automotive-grade synthetic leather strictly adheres to low-VOC production processes, such as using waterborne PU or solvent-free PU technology. Furthermore, by using high-purity raw materials and optimizing the curing process, we ensure that residual monomers and oligomers in the finished product are minimal, meeting stringent automotive VOC standards such as VDA 278 and GB/T 27630.

Penurunan Kinerja pada Suhu Sangat Rendah Dengan Tetap Mempertahankan Fleksibilitas

Di daerah dingin, dimana suhu turun di bawah nol, mobilitas rantai molekul kulit sintetis menjadi terbatas, menyebabkan bahan menjadi keras dan rapuh, sehingga berdampak pada kenyamanan dan ketahanan fisik.

1. Fleksibilitas Suhu Rendah dan Ketahanan Fleksibel

Tantangan: Pada suhu rendah, kulit sintetis di bawah suhu transisi gelas (Tg) dengan cepat kehilangan elastisitasnya. Saat ditekan, dilipat, atau terbentur, rentan terhadap patah getas suhu rendah atau retak lentur suhu rendah.

Penanggulangan Profesional:

Sistem PU: Sesuaikan rasio segmen lunak dalam formulasi PU, pilih polieter atau poliester rantai panjang dengan fleksibilitas suhu rendah yang sangat baik sebagai bahan baku, dan rancang suhu transisi kaca yang rendah.

Sistem PVC: Gunakan bahan pemlastis suhu rendah khusus (seperti adipat). Pemlastis ini secara efektif menurunkan suhu transisi kaca pada PVC, memastikan bahan tersebut mempertahankan kelembutan dan kekuatan lentur yang cukup bahkan pada suhu serendah −30°C atau bahkan −40°C.

2. Stabilitas Dimensi dan Manajemen Stres Termal

Tantangan: Interior otomotif biasanya dilaminasi atau dibentuk dari berbagai bahan, masing-masing dengan koefisien muai panas yang berbeda-beda. Perputaran suhu tinggi dan rendah yang parah dapat menimbulkan tekanan termal yang signifikan antara kulit sintetis dan substrat (seperti komponen plastik atau lapisan busa), yang berpotensi menyebabkan delaminasi atau deformasi dimensi.

Penanggulangan Profesional:

Desain Struktural: Gunakan perekat dan substrat dengan koefisien muai panas yang serupa untuk mencapai deformasi terkoordinasi.

Pemilihan bahan: Gunakan kulit sintetis baru yang ramah lingkungan berbahan dasar POE (Polyolefin Elastomer) atau Si-TPV (Silicone Thermoplastic Vulcanizate). Mereka biasanya memiliki stabilitas termal dan stabilitas dimensi yang sangat baik dalam rentang suhu yang luas, secara efektif menghindari deformasi interior yang disebabkan oleh tekanan termal.